Kamis, 08 Mei 2008

Jadi Tuhan

Sudah sejak lama kita berteriak lantang, berharap agar kegelisahan kegelisahan yang menyesakan dada terhempas keluar dan penderiataan yang selama ini kita alami sebagai seorang yang katanya beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa ( Muslim) atas penindasan penindasan dan intimidasi dari kaum yang kita anggap "kafir" hilang atau sedikit berkurang. Namun apa yang terjadi??? Selain hal kita harapkan tak jua kunjang datang mengahampiri, yang terjadi malah justeru sebaliknya, kita semakin terhimpit dan terdesak pada sudut kehancuran, kehancuran dari semua aspek, disana sini dapat kita lihat dengan jelas aksi aksi anarkis, premanisme merajalela di kantor, di jalanan dan bahkan dirumah rumah ibadah, dimana mana juga dapat kita saksikan pemerkosaan pemerkosaan hak, hak sebagai warga negara, hak sebagai penganut agama atau kepercayaan, hak sebagai bagian dari masyarakat dan bahkan hak sebagai manusia yang notabenenya diberikan kebebasan selaus luasnya oleh Allah SWT untuk memilih apa yang paling kita kehendaki. Tampaknya, anugrah Allah yang Maha Luas dan Maha Tinggi itu telah dimanipulasi oleh diri kita sendiri atau segelintir orang untuk kepentingan sesaat, dan bahkan syurga dan neraka yang "baru" Allah janjikan telah kita gadaikan terlebih dahulu, mungkin malah kita jual, parahnya lagi sering kali kita jual di pasar loak, ini dapat kita tela'ah saat begitu mudahnya kita mengklaim suatu kebenaran atau menuding suatu kesalahan yang berujung pada pemaksaan pemahaman tertentu pastinya juga hal akan berakibat pada pemaksaan pengamalan. Pertanyaannya adalah,,,,,,,,, apakah Allah SWT yang Maha Segala galanya itu, Tuhan yang "kita imani" pernah memaksa kita untuk memilih satu dari sekian banyak pilihan yang di berikan???????? Maka kalau kita berbuat demikian (memaksakan kehendak atas orang lain) sepertinya tidak berlebihan kalau makhluk lain memposisikan kita pada posisi Fir'aun fir'aun baru, edisi millennium, jilid kesekian……. Karena baik disadari atau tidak kita telah mengobok obok dan bahkan memanupulasi wilayah Tuhan. Kalau sudah begini, apakah kita masih pantas disebut sebagai orang orang yang beriman? Apakah kita masih sepadan dengan makhluk Tuhan yang bernama manusia? Begitu banyak kesalahan yang kita lakukan, baik kesalahan yang kita lakukan sendiri sendiri ataupun yang kita lakukan dengan berjamaah, itu semua terjadi karena pemahaman kita yang sempit tentang ajaran yang di bawa Nabi Pamungkas kita Muhammad SAW, pemahaman yang terkotak kotak, tidak menyeluruh,dan tidak menyentuh esensi dari ajaran itu sendiri, serta pemahaman yang telah dipolitisir, dan intinya adalah pemahaman kita yang DANGKAL!!!. Sudah saatnya kita BERBENAH dengan memahami ISLAM SECARA MURNI DAN KESELURUHAN!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!



By
Heri Wibowo

Tidak ada komentar: